Sunday, 27 December 2015

Susu untuk ibu hamil

Susu untuk ibu hamil - yang telah banyak beredar di pasaran sebenarnya  tidak berbeda jauh dengan susu biasa pada umumnya. Hanya saja, susu untuk ibu hamil memang diberi tambahan zat gizi seperti kalsium, asam folat dan beragam zat gizi lainnya serta rendah lemak dan diperbanyak kandungan mineral dan vitaminnya. Sedari awal kiranya juga disadari bahwa mengkonsumsi susu ibu hamil hanya merupakan tambahan sebagai peengkap gizi bagi ibu hamil dan bayi dalam kandungannya.
Sebenarnya susu untuk ibu hamil juga tidak begitu diperlukan selama ibu hamil dapat menjaga pola makannya. 

Menurut rekomendasi dari lembaga National Research Council, Amerika Serikat, pada ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi kalori sejumlah 2500 kalori tidak jauh berbeda dibandingkan perempuan yang tidak hamilhanya selisih 300 kalori lebih banyak, yang menjadi masalah yaituketikaseorang ibu dalam masa kehamilannya (terutama saat hamil muda), kualitas dan kuantitas dari makanan yang dikonsumsi terkadang tidak terpenuhi secara cukup. Karena itulah banyak ibu hamil yang memilih untuk mengonsumsi suplemen tambahan zat gizi. Dan salah satunya yaitu susu untuk ibu hamil.
Banyak sekali susu untuk ibu hamil yang beredar di pasaran, yang masing-masing produk menawarkan keunggulan yang tidak dimiliki produk lainnya. Sebagai calon ibu yang baik dan memperhatikan benar tumbuh kembang janin dalam kandungan tentunya ibu harus teliti dan berhati-hati dalam memilih produk susu kehamilan yang cocok untuk ibu dan calon buah hati. Mengkonsumsi susu selama masa kehamilan bermanfaat sebagai tambahan nutrisi bagi janin dan juga calon ibu.
Ketika ibu hamil mengalami masalah kesulitan makan atau tidak nafsu untuk makan disebabkan gejala-gejala kehamilan seperti merasa mual dan ingin muntah, maka susu khusus ibu hamil dapat menjadi solusi. Dengan tambahan zat gizi yang terkandung di dalam susu kehamilan akan dapat membantu mencukupi kebutuhan gizi bagi tubuh ibu dan juga janin dalam kandungan ibu. Jika ibu masih ragu-ragu dan masih merasa bingung dalam memilih susu untuk ibu hamil yang bagus, maka beberapa hal berikut ini sebaiknya ibu perhatikan ketika memilih susu yang terbaik untuk menjaga kesehatan ibu dan juga janin anda.
Yang pertama dan utama harus diperhatikan dalam memilih susu ibu hamil yaitu  kandungan nutrisinya. Secara umum komposisi yang ditawarkan semua produk susu ibu hamil adalah hampir sama. Sebelum membeli susu untuk ibu hamil perhatikanlah kandungan nutrisi utamanya, seperti: Kalsium, zat besi, dan beberapa mineral lain (magnesium, fosfor, yodium, selenium), serta vitamin di dalamnya (vitamin A, B, C kompleks,vitamin D3, vitamin E dan  asam folat),. Susu merupakan tambahan nutrisi bagi ibu sehingga susu untuk ibu hamil yang baik adalah susu yang juga mengandung asam folat, protein, DHA dan juga AA.
Tentu saja semua kandungan nutrisi dalam susu tersebut sifatnya hanya sebagai tambahan saja. Sedangkan ibu hamil masih tetap harus mengkonsumsi makanan sehat yang lengkap dan seimbang juga mengandung kandungan gizi yang tinggi. Jangan sampai ibu hamil justru menganggap bahwa cukup dengan minum susu untuk ibu hamil semua kandungan nutrisi yang anda butuhkan ibu hamil selama kehamilan sudah terpenuhi. Anda tetap harus mengetahui sumber dan jenis makanan yang terbaik untuk  dikonsumsi ibu hamil.
Zat penting yang juga dibutuhkan oleh ibu hamil adalah asam folat, AA (asamlinoleat) dan DHA (docosahexaenoic acid). Susu untuk ibu hamil telah dilengkapi dengan kandungan asam folat yang akan membantu perkembangan janin sewaktu pembentukan organ tubuh, pertumbuhan jaringan otak, dan mencegah janin cacat. Ketiga zat gizi ini sebenanya juga dapat diperoleh dari makanan kita sehari-hari.
Namun, dengan meminum susu kehamilan akan  memastikan asupan zat tersebut cukup setiap harinya. Asam folat, AA dan DHA terdapat dalam susu khusus ibu hamil yang berbeda dengan susu biasa, karena telah diberi tambahan nutrisi. Biasanya, di dalam susu kehamilan juga ditambahkan kalsium, vitamin C, vitamin B6, B1, yodium, dan telah dikurangi kadar lemak serta kolesterolnya.
Akan tetapi bila ibu tidak mengonsumsi susu ibu hamil. Sebagai gantinya dapat mengkonsumsi susu segar atau susu pasteurisasi. Bila kehamilan menyebabkan Anda tidak doyan susu, Anda bisa mencoba produk turunannya, seperti keju atau yogurt.Kebutuhan untuk meminum susu ibu hamil memang sangat disarankan, namun tetap tidak  cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dan janin dalam kandungannya.
Jika ibu hamil mempunyai alergi terhadap beberapa bahan misalnya lemak susu sapi, ibu hamil juga bisa menggantinya dengan susu kedelai. Susu kedelai juga sangat baik untuk ibu hamil karena kandungan nutrisinya yang sangat tinggi nutrisinya. Namun sebaiknya ibu hamil tetap harus berkonsultasi dengan dokter ahli  untuk menghindari efek negatif yang dapat ibu  rasakan.
Yang kedua yaitu memperhatikan kebutuhan tiap trimesternya. Ketika ibu mulai mengkonsumsi susu untuk ibu hamil sebaiknya memperhatikan kandungan nutrisi yang diperlukan di setiap trimester kehamilan anda. Setiap trimester akan membutuhkan kebutuhan yang berbeda-beda.
Sebaiknya mengonsumsi susu kehamilan dilakukan pada trimester pertama. Karena pada trimester ini janin mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pada trimester pertama ini, kandungan nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu akan banyak diserap janin dan memengaruhi pertumbuhannya. Namun jika ibu hamil dapat memenuhi kebutuhan vitamin, mineral dan nutrisi penting lainnya hanya dari makanannya, maka tambahan zat gizi seperti susu tidak dibutuhkan.
Calon ibu tentu saja harus tahu perkembangan apa saja yang akan dialami oleh bayi dalam kandungan ibu. Oleh sebab itu anda harus memperhatikan kandungan susu yang akan mendukung proses tumbuh kembang janin anda dalam kandungan. Susu untuk ibu hamil pada trimester yang pertama yang terpenting haruslah susu dengan kandungan vitamin B6 karena zat ini dapat meringankan morning sickness yang memang selalu terjadi pada ibu yang sedang hamil.
Ibu juga harus memilih susu dengan kandungan DHA dan juga asam folat untuk kehamilan di awal-awal bulan. Ini akan memberikan dukungan dalam pertumbuhan saraf dan otak. Untuk trimester kedua dan ketiga sebaiknya anda mengonsumsi susu dengan zat besi yang tinggi. Kandungan zat besi dapat menghindarkan ibu hamil dari kelahiran bayi secara premature. Kalsium juga sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin anda. Selain itu kalsium yang cukup akan menghindarkan anda dari osteoporosis.
Selain kandungan zat-zat di atas, susu kehamilan yang baik juga mengandung zat gizi lainnya yang akan mendukung perkembangan dan pertumbuhan janin. Susu untuk ibu hamil memiliki baragam kandungan yang tentunya sangat baik untuk kesehatan ibu yang sedang mengalami masa kandungan, maupun untuk janin yang berada di kandungannya. Berikut ini merupakan zat gizi yang juga dibutuhkan:
1.      Protein
Susu untuk ibu hamil memiliki kandungan protein dimana protein tersebut dapat digunakan sebagai pembentuk jaringan tubuh pada sang janin seperti otot otot dan menjaga kesehatan tulang sang ibu hamil maupun janin serta menjaga kesehatan kulit. Kandungan protein yang terdapat di dalam susu kehamilan juga tidak hanya sebagai pembentuk jaringan tubuh, melainkan juga dapat digunakan dalam proses pembentukan darah dan juga cairan air ketuban. Selain itu, juga dapat sebagai imunitas untuk ibu hamil dan juga janin. Jika ibu hamil tidak meminum susu khusus ibu hamil, maka ibu harus mendapatkan nutrisi susu dari makanan lain. Protein susu memang bisa diganti dengan protein hewani lainnya atau protein nabati yang jumlahnya ditambahkan dari porsi sebelum hamil, juga harus lebih dari satu jenis. Misalnya, tempe dan tahu ditambahkan sayuran atau kacang-kacangan dan biji-bijan.
2.      Kalsium
Dengan kandungan kalsium yang di dalam susu khusus ibu hamil maka dapat membantu proses pembentukan gigi dan tulang tulang pada bayi ketika janin telah terlahir. Tidak hanya itu, namun kalsium juga sangat baik untuk kesehatan dan kelancaran ASI ketika janin telah lahir sehingga seorang ibu dapat memberikan ASI terbaiknya kelak.
3.      Vitamin D
Susu kehamilan juga memiliki kandungan vitamin D yang mana vitamin tersebut baik untuk pembentukan tulang dan beberapa jaringan sel sel pada bayi. Vitamin D dapat di dapatkan dengan mengkonsumsi susu untuk ibu hamil.
Untuk menemukan susu yang baik untuk ibu hamil tentunya anda harus benar benar memperhatikan kualitasnya, susu yang baik untuk ibu hamil tentunya akan sangat bermanfaat untuk kesehatan, dan setiap orang tentunya menginginkan calon buah hatinya dapat tumbuh dengan sehat dan tumbuh cerdas.
Meminum susu bagi ibu hamil tidak dapat menjamin asupan zat-zat gizi penting yang diperlukan akan terpenuhi dengan baik terutama untuk perkembangan janin, meminum susu khusus ibu hamil, sebaiknya tetap diimbangi dengan asupan gizi melalui makananyang terdiri dari komposisi menu yang bervariasi dan seimbang. Satu hal yang perlu diperhatikan, mengonsumsi susu bukan suatu keharusan. Susu hanya berfungsi sebagai pelengkap. Jika Anda enggan minum susu, konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui sumber-sumber nutrisi lain selain dari susu.
Susu menjadi pelengkap nutrisi ibu hamil karena kandung nutrisinya yang kaya. Meskipun tidak wajib, tetapi calon ibu tetap dianjurkan untuk meminum susu. Terutama, karena ibu harus memenuhi kebutuhan kalsium ekstra demi pertumbuhan tulang dan otak janin dan kesejahteraan dirinya.
Sudah menjadi tugas suami dan orang-orang disekitar ibu hamil untuk mendukung kelengkapan gizi selama menjalani masa kehamilan. Paling tidak suami harus bisa memberi pemahaman mengenai tanggung jawab sebagai suami sehingga ibu cukup berfokus pada kesehatannya dan proses kelahiran sang buah hati kelak.
Bukankah dari balita-balita yang sehat dan kuat nantinya di masa yang akan datang akan muncul sebuah generasi yang cerdas dan unggul. Karena itu, semua kebutuhan nutrisi buah hati sebisa mungkin harus lengkap dan seimbang, termasuk jika ibu hamil membutuhkan tambahan zat gizi melalui susu untuk ibu hamil.


Saturday, 26 December 2015

Makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil

Makanan Yang Baik Untuk Ibu Hamil - Memilih makanan untuk ibu hamil trimester pertama yang tepat dan sesuai sangat penting untuk untuk menunjang pertumbuhan janin kedepannya. Berhati-hati dalam memilih makanan saat kehamilan juga akan membantu kondisi sang ibu, seperti akan mengurangi morning sickness dan mencegah lelah berlebihan yang biasanya dialami pada awal kehamilan. Selain dua hal tersebut, hal ini juga akan membantu menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti cacat saat lahir hingga yang terburuk, terjadinya keguguran.
Tak jarang saat Anda hamil orang-orang di sekitar Anda akan melarang untuk tidak makan makanan ini dan itu. Hal ini dikarenakan usia kehamilan pada trimester pertama memang cukup rentan dan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan. Penelitian menyebutkan bahwa keguguran mayoritas terjadi pada usia kehamilan muda, dan banyak dari penyebab keguguran adalah karena faktor makanan (baca: makanan penyebab keguguran).

Makanan untuk Ibu Hamil Trimester Pertama yang Harus Anda Ketahui

Kehamilan adalah salah satu momen yang paling ditunggu untuk pasangan suami istri yang sudah menikah. Ketika masa kehamilan tersebut tiba, rasa bahagia tentu tak bisa terbendung. Memiliki bayi lucu yang sehat dan cerdas adalah dambaan semua orang, dan itu berawal dari bagaimana merawat kehamilan pada trimester pertama, dan faktor makanan sangat berperan dalam hal ini. Ada jenis makanan yang tidak disarankan untuk ibu hamil, bahkan ada yang dilarang sama sekali, berikut ini adalah berbagai jenis makanan yang disarankan untuk ibu hamil trimester pertama.

Sayuran


Gejala mual dan muntah sudah sewajarnya dialami oleh ibu hamil pada trimester pertama. Gejala yang juga disebut dengan morning sickneess ini ternyata bisa dikurangi dengan banyak mengonsumsi jenis sayur-sayuran hijau. Bahkan kandungan zat besi yang terkandung dalam sayuran tersebut tidak hanya bisa menghilangkan rasa mual, tetapi juga akan membantu tubuh memproduksi hemogloin yang membantu mencegah anemia yang kadang terjadi pada kehamilan.
Sayuran hijau banyak mengandung nutrisi yang penting untuk janin, salah satunya asam folat. Zat ini sangat penting untuk pembelahan dan pertumbuhan sel, sehingga sangat penting untuk mencegah kecacatan pada janin. Contoh sayuran hijau yang mengandung banyak asam folat adalah bayam, asparagus, brokoli, dan sawi.
Buah
Berbagai jenis buah-buahan sangat cocok menjadi makanan untuk ibu hamil 1 bulan. Selama kehamilan usahakan untuk memilih buah segar daripada buah kalengan. Bagi sang ibu, selain manfaat dari nutrisinya, kandungan serat dalam buah akan membantu mengatasi sembelit yang terjadi selama masa kehamilan, sedangkan bagi janin, banyaknya nutrisi dalam buah tentu akan sangat baik untuk perkembangannya. Pilihan buahnya adalah apel, keluarga jeruk, pisang, alpukat, anggur, kurma, tomat dan lain sebagainya. Sedangkan yang dilarang adalah durian, nanas, delima, dan pepaya muda.
Produk Olahan Susu
Ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi lebih banyak berbagai produk olahan yang terbuat dari susu. Seperti yang kita ketahui bahwa pertumbuhan sel membutuhkan protein, termasuk juga pertumbuhan janin yang sangat pesat sehingga sang ibu akan sangat membutuhkan asupan protein. Maka dari itu mengonsumsi berbagai jenis olahan susu adalah salah satu jalan terbaik untuk mendapatkan asupan protein yang cukup.


Friday, 25 December 2015

Kalkulator Kehamilan

Kalkulator Kehamilan - Umumnya kehamilan berlangsung selama 37-42 minggu atau rata-rata 280 hari (40 minggu), dihitung dari hari pertama sejak menstruasi terakhir usai. Hari pertama pada haid terakhir (HPHT) adalah hari pertama siklus menstruasi. Sementara ovulasi terjadi kurang lebih dua minggu setelah masa ini. Jika pada durasi ini sperma bertemu sel telur sehingga terjadi pembuahan, maka saat itulah kehamilan dimulai.

Dengan demikian, perhitungan usia kehamilan dalam hitungan minggu umumnya menyertakan dua minggu sejak HPHT tersebut. Maka jika janin Anda berusia empat minggu, maka kehamilan Anda dihitung enam minggu. Lalu bagaimana mengetahui perkiraan kapan bayi akan lahir?

Rumus Naegele


Nama rumus ini berasal dari nama penemunya, Franz Karl Naegele, dokter kandungan di Jerman yang hidup di abad 19. Hari perkiraan lahiran (HPL) dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda, kemudian dihitung menggunakan rumus Naegele sebagai berikut:
Tahun: tetap
Bulan: ditambah 9
Hari: ditambah 7
atau
Tahun: ditambah 1
Bulan: dikurangi 3
Hari: ditambah 7
Misalnya hari pertama haid terakhir Anda adalah 21 Januari 2014, maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:
Tahun: tetap 2014
Bulan: 1+9 = 10
Hari: 21+7= 28
Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 28 Oktober 2014.
Contoh kedua, jika hari pertama haid terakhir Anda adalah 1 Mei 2014 maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:
Tahun: 2014+1= 2015
Bulan: 5-3=2
Hari: 1+7= 8
Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 8 Februari 2015.

Rumus Parikh


Rumus Naegele di atas punya kelemahan. Rumus ini hanya dapat diterapkan pada wanita yang siklus menstruasinya persis 28 hari. Bagaimana dengan yang tidak? Rumus Parikh dapat diterapkan pada wanita yang siklus menstruasinya tidak persis 28 hari.
Cara penghitungan dilakukan dengan menghitung saat terjadinya ovulasi, yaitu lama siklus haid dikurangi 14 hari, sehingga dapat disederhanakan:
Hari perkiraan lahiran = hari pertama haid terakhir + 9 bulan + (lama siklus haid – 21 hari)
Contoh :
HPHT pada tanggal 1 Januari 2011. Jika siklus haidnya 28 hari, maka setelah dihitung dengan rumus Naegele, maka HPL-nya adalah 8 Oktober 2011. Namun jika siklus haidnya ternyata adalah 35 hari, maka dengan rumus Parikh, tanggal persalinannya menjadi:
HPHT + 9bulan + (35-21)hari = 15 Oktober 2012

Apakah Hasilnya Akurat?

Hari pertama haid terakhir memang tidak selalu menjadi patokan yang tepat untuk menghitung tanggal persalinan, tetapi momen-momen lain seperti hari pertama ovulasi dan kapan hubungan seksual terakhir yang menyebabkan kehamilan akan lebih sulit untuk diprediksi. Sementara HPHT adalah hari yang paling mudah diingat dan dicatat oleh hampir semua wanita.
Oleh karenanya, penghitungan waktu lahir dengan rumus atau kalkulator hamil ini hanya merupakan gambaran perkiraan. Sangat mungkin jika bayi lahir lebih awal atau lebih lama dari yang tanggal perkiraan. Selain penghitungan tersebut, dokter menggunakan pemeriksaan USG untuk menunjang dan mengonfirmasi perhitungan. Dari hasil pemeriksaan USG bisa diketahui perkembangan janin dari waktu ke waktu hingga genap usia untuk lahir.
Dengan rumus Naegele, hanya empat dari 100 orang ibu hamil akan melahirkan tepat pada HPL. Namun, 90% ibu hamil akan melahirkan dalam 3 minggu di sekitar HPL yang telah ditentukan. Sehingga sangat normal jika seorang wanita melahirkan dua pekan lebih awal atau terlambat dua minggu dari yang diperkirakan.
Wanita dapat lebih berisiko melahirkan jauh melampaui tanggal perkiraannya jika dilihat dari beberapa kondisi, misalnya ini merupakan kehamilan pertama, dia tidak tahu persis kapan hari pertama haid terakhirnya, mengalami obesitas, bayi Anda laki-laki, punya anggota keluarga dengan riwayat persalinan terlambat, serta sudah pernah memiliki anak dengan persalinan yang juga terlambat. Pada kasus tertentu yang sangat jarang terjadi, persalinan yang terlambat ini dapat diakibatkan oleh adanya gangguan pada plasenta bayi.


Thursday, 24 December 2015

Pemeriksaan kehamilan

Pemeriksaan kehamilan – Pemeriksaan Kehamilan merupakan salah satu tahapan penting menujukehamilanyang sehat. Boleh dikatakan pemeriksaan kehamilan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para ibu hamil. Pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan melalui dokter kandungan ataubidandengan minimal pemeriksaan 4 kali selama kehamilan yaitu pada usia kehamilan trimester pertama, trimester kedua dan dua kali pada kehamilan trimester ke tiga, itupun jika kehamilan normal. Namun ada baiknya pemeriksaan kehamilan dilakukan sebulan sekali hingga usia 6 bulan, sebulan dua kali pada usia 7 - 8 bulan dan seminggu sekali ketika usia kandungan menginjak 9 bulan.

Kenapa pemeriksaan kehamilan begitu penting yang wajib dilakukan oleh paraibu hamil? karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan monitoring secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupunjaninyang sedang dikandungnya. Dengan pemeriksaankehamilankita dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, kondisi janin, dan bahkan  penyakit atau kelainan pada kandungan yang diharapkan dapat dilakukan penanganan secara dini.

Berikut diterangkan mengenai hal apa saja yang dilakukan dalam pemeriksaan kehamilan, sebagai bahan pengetahuan bagi para ibu hamil agar menuju kehamilan yang sehat dan keluarga yang berkualitas.

Pemeriksaan Berat Badan


Pemeriksaan berat badan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan kandungannya, hal ini dilakukan untuk mengetahui pertambahan berat badan, serta apakah pertambahan berat badan yang dialami termasuk normal atau tidak. Pertambahan berat badan yang normal akan sangat baik bagi kondisi ibu maupun janin. Sebaliknya, jika pertambahan berat yang dialami tidak normal, akan menimbulkan resiko padaibu dan janin. Bagi ibu hami yang mengalami pertambahan berat badan yang tidak normal, dokter atau bidan akan memberikan saran yang sebaiknya dilakukan agar ibu hamil memperoleh pertambahan berat badan yang normal.

Pemeriksaan Tinggi Badan


Pemeriksaan tinggi badan juga dilakukan saat pertama kali ibu melakukan pemeriksaan. Mengetahui tinggi badan sangat penting untuk mengetahui ukuran panggul si ibu. Mengetahui ukuran panggul ibu hamil sangat penting untuk mengetahui apakahpersalinandapat dilakukan secara normal atau tidak. Karena jika diketahui bahwa tinggi badan ibu dianggap terlalu pendek, dikhawatirkan memilikipanggul yang sempitdan juga dikhawatirkan proses persalinan tidak dapat dilakukan secara normal, dan hal ini harus dilakukan secara caesar. Dengan diketahuinya hal ini secara dini, maka ibu hamil diaharapkan segera menyiapkan diri baik dari segi materi dan mental untuk menghadapi persalinan dengan caesar.

Pemeriksaan Urin


Pemeriksaan urin dilakukan untuk memastikan kehamilan. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui fungsi ginjal ibu hamil, ada tidaknya protein dalam urin, dan juga mengetahui kadar gula dalam darah. Adanya protein dalam urin mengarah padapre-eklampsia. Sedangkan kadar gula darah dapat menunjukkan apakah ibu hamil mengalami diabetes melitus atau tidak.

Pemeriksaa Detak Jantung


Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah janin dalam berada dalam kondisi sehat dan baik. Permeriksaan detak jantung ini biasanya menggunakan Teknik Doopler sehingga ibu hamil dapat mendengarkandetak janinyang dikandungnya.

Pemeriksaan Dalam


Dilakukan untuk mengtahui ada tidaknya kehamilan, memeriksa apakah terdapat tumor, memeriksa kondisi abnormal di dalam rongga panggul, mendiagnosis adanya bisul atau erosi pada mulut rahim, melakukan pengambilan lendir mulut rahim (papsmear), mengetahui ada tidaknya penyakit kehamilan, mengetahui letak janin, dan untuk mengetahui ukuran rongga panggul sebagai jalan lahir bayi. Biasanya pemeriksaan ini dilakukan diawal kehamilan.

Pemeriksaan Perut


Dilakukan untuk melihat posisi atas rahim, mengukur pertumbuhan janin, dan mengetahui posisi janin. Pemeriksaan ini harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan dengan dokter kandungan atau bidan.

Pemeriksaan Kaki


Dilakukan untuk mengetahui adanya pembengkakan (oedema) dan kemungkinan varises. Pembengkakan yang terjadi di minggu-minggu akhir kehamilan adalah normal, namun pembengkakan yang berlebihan menandakanpre-eklampsia,

Pemeriksaan Darah


Pemeriksaan darah bertujuan untuk mengetahui kesehatan umum ibu hamil. Pemeriksaan darah juga dapat dilakukan dengan pemeriksaan AFP (alpha fetoprotein). Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan gangguan saluran saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin. Kadar AFP yang rendah menunjukkan adanya kemungkinan down sindorm pada janin. Biasanya pemeriksaan AFP dilakukan pada usia kehamilan sekitar 15-20 minggu.

Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks)


Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi parasit seperti TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Infeksi TORCH biasanya menyebabkan bayi terlahir dengan kondisi cacat atau mengalami kematian. Pemeriksaan TORCH dilakukan dengan menganalisis kadar imunogloblin G (IgG) dan imunoglobin M (IgM) dalam serum darah ibu hamil. Kedua zat ini termasuk ke dalam sistem kekebalan tubuh. Jika ada zat asing atau kuman yang menginfeksi tubuh, maka tubuh akan memproduksi IgG dan IgM untuk melindungi tubuh. Banyak sedikitnya IgG dan IgM dalam serum darah mengindikasikan ada tidaknya infeksi serta besar kecilnya infeksi. Jika hasil IgG negatif, berarti infeksi terjadi pada masa lalu dan kini sudah tidak aktif lagi. Jika hasil IgM positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif dan ibu hamil memerlukan pengobatan agar janin dalam kandungan yang terinfeksi dapat segera ditangani sehingga infeksi tidak semakin buruk.




Wednesday, 23 December 2015

Senam Untuk Ibu Hamil

Senam Untuk Ibu Hamil
Senam Untuk Ibu Hamil - Kehamilan yang sering membuat tubuh cepat lelah membuat Anda ingidhin terus berbaring santai saja di sofa. Namun tidak bergerak aktif di masa hamil justru dapat membuat tubuh menjadi tidak bugar dan mempersulit proses persalinan. Olahraga yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh untuk menghadapi persalinan.

Meningkatkan Stamina dengan Senam Hamil


Salah satu olahraga yang relatif aman dilakukan dan dapat dilakukan sebagian besar ibu hamil adalah senam hamil. Senam hamil meliputi latihan-latihan untuk meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan menjaga sistem kardiovaskular. Olahraga ini aman dilakukan di berbagai usia kehamilan.

Jika sebelumnya Anda telah terbiasa melakukan senam aerobik, maka Anda perlu melakukan modifikasi untuk menghindari terlalu banyak lompatan, dan tendangan, serta gerakan lain yang berisiko membahayakan. Namun jika Anda baru akan mulai melakukan senam, sebaiknya pilih senam khusus untuk ibu hamil.

Senam aerobik dengan ritme lambat (low impact) yang tidak melibatkan gerakan menendang dan melompat tepat untuk meningkatkan stamina wanita hamil. Ketiadaan dua jenis gerakan ini dapat melindungi sendi dan panggul bawah Anda dari tekanan. Terlalu sering menendang, berlari, dan melompat selama masa hamil justru berisiko melemahkan otot panggul bawah.
Begitu banyak manfaat melakukan senam hamil secara teratur, antara lain:
  • Meredakan nyeri dan sakit yang dirasakan di masa kehamilan.
  • Mengencangkan otot.
  • Memperkuat jantung dan paru.
  • Membuat tidur lebih nyenyak.
  • Membantu menghindari pertambahan berat badan berlebihan.
  • Meringankan nyeri akibat pertambahan beban pada tulang belakang.
  • Memperkuat sendi.

Secara psikologis, senam hamil membuat Anda berpikir lebih positif karena merasa lebih siap menghadapi persalinan. Selain itu, setelah bayi lahir, senam hamil juga membantu Anda segera dapat kembali ke bentuk badan dan stamina semula.

Bergabung dengan Kelas Senam Hamil


Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda dapat bergabung dengan kelas senam hamil yang banyak dibuka di rumah sakit ibu dan anak. Umumnya instruktur senam hamil adalah bidan yang memang berpengalaman menangani proses persalinan.
Gerakan dan latihan pernapasan diutamakan untuk mempersiapkan tubuh Anda menjalani persalinan dengan lebih siap. Dengan bergabung dalam kelas senam hamil, gerakan-gerakan yang dilakukan akan relatif lebih aman karena berada di bawah arahan instruktur berpengalaman.
Selain lebih terpercaya, melakukan senam hamil bersama ibu hamil lain dapat membuat Anda merasa lebih nyaman karena merasa tidak sendiri dan dapat bertukar pikiran. Selain senam hamil yang biasa ditawarkan di rumah-rumah sakit ibu dan anak, gerak tubuh sebelum persalinan dapat dilakukan juga dengan pilates dan yoga khusus untuk ibu hamil.

Senam Hamil Sendiri di Rumah


Idealnya, senam hamil dilakukan 2-4 kali sepekan selama kurang lebih 30 menit. Namun Anda dapat juga melakukan senam hamil di rumah dengan panduan video atau buku yang terpercaya. Berikut ini beberapa gerakan sederhana yang dapat Anda lakukan:

Push-up dinding


Gerakan ini bermanfaat memperkuat otot dada dan otot trisep pada bagian belakang lengan atas. Tahap-tahap gerakan:
  • Berdiri menghadap tembok dengan kedua tangan lurus bersandar pada dinding. Dari samping, tubuh terlihat mencondong ke depan, seperti sedang mendorong dinding. Buka kaki sejajar bahu.
  • Tekuk siku perlahan-lahan dan dekatkan dada hingga dagu mendekat ke dinding. Jaga agar punggung Anda tetap lurus.
  • Kembali ke posisi semula.
  • Ulangi hingga 15 kali.

Berjongkok


Melakukan aktivitas senam dengan berjongkok di masa kehamilan dapat membantu membuka jalan lahir bagi bayi. Anda dapat mencoba melakukan gerakan jongkok dengan bola senam. Tahap-tahap gerakan:
  • Berdiri tegak membelakangi dinding dengan bola senam yang dihimpit di antara punggung dan dinding. Buka kaki sedikit.
  • Turunkan badan Anda dengan kaki membentuk sudut 90 derajat.
  • Kembali ke posisi semula. Ulangi 10 kali.

Senam lantai


Senam lantai dapat membantu memperkuat punggung dan otot perut. Tahap-tahap gerakan:
  • Ambil posisi menyerupai kursi sambil berlutut membentuk 90 derajat dan kedua tangan lurus menyangga di depan. Pastikan tangan berada di bawah bahu.
  • Angkat dan luruskan satu kaki sejajar dengan punggung. Tahan beberapa saat.
  • Ganti dengan kaki sebelah.
  • Ulangi 10 kali untuk kaki kiri dan 10 kali untuk kaki kanan.

Menaiki bangku pendek
Untuk memperkuat otot kaki, Anda dapat melakukan senam dengan bantuan bangku pendek. Tahap-tahap gerakan:
  • Berdiri dan letakkan bangku pendek dengan tinggi tidak lebih dari 20 cm dan cukup lebar di depan Anda.
  • Angkat kaki kiri lalu kaki kanan ke atas bangku. Setelah itu turunkan kaki kiri dan kemudian kaki kanan.
  • Lakukan pergantian tanpa buru-buru dan penuh hati-hati.
  • Ulangi 15-25 kali sambil menjaga agar punggung tetap lurus saat melakukan gerakan.
  • Senam hamil perlu dilakukan lebih berhati-hati dengan memperhatikan hal-hal berikut:
  • Lakukan pemanasan sebelum melakukan senam hamil dan pendinginan setelahnya.
  • Kencangkan otot perut saat mengangkat lutut untuk menghindari cedera pada punggung bawah dan sendi panggul.
  • Hindari gerakan memutar dan membalik badan secara cepat. Lebih sulit untuk menjaga keseimbangan tubuh di masa kehamilan.
  • Kenali kemampuan Anda dan jangan memaksakan diri. Ambil waktu istirahat jika Anda merasa kelelahan.
  • Jaga agar suhu ruangan tidak panas. Gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan menyerap keringat.
  • Cegah dehidrasi dengan mengonsumsi cukup air sebelum, selama, dan setelah melakukan senam hamil.
  • Pastikan instruktur atau panduan yang Anda jadikan acuan dapat dipercaya.

Jika sudah lama tidak berolahraga, Anda dapat memulai dengan melakukan gerakan senam 5 menit sehari, kemudian meningkat menjadi 10 menit, dan terus meningkat hingga setidaknya 30 menit per hari.
Pada dasarnya, manfaat utama senam hamil adalah agar tubuh lebih sehat dan merasa lebih santai. Penting untuk menjaga perasaan tetap tenang saat melakukan olah tubuh ini.


Tuesday, 22 December 2015

Persiapan Kelahiran Bayi

Persiapan Kelahiran Bayi
Persiapan Kelahiran Bayi
Persiapan Kelahiran Bayi- Persiapan menyambut kedatangan bayi rasanya tidak ada habis-habisnya. Memasuki bulan ke-8 kehamilan, Mama sebaiknya sudah melakukan persiapan. Terkadang bayi enggan menunggu sampai tanggal perkiraan kelahiran, bahkan lahir 2-3 minggu lebih cepat. Nah, berikut berbagai hal yang perlu disiapkan agar Anda lebih tenang saat berangkat ke rumah sakit. 


MENYIAPKAN TEMPAT PERSALINAN

Ketika memasuki 6 bulan kehamilan atau memasuki trimester ketiga, berdiskusilah dengan dokter seputar proses persalinan yang akan Anda pilih, apakah normal atau via operasi caesar. Semua mama ingin melahirkan secara normal tapi umumnya, kondisi kesehatan mama dan janin akan banyak berpengaruh pada hal ini. Juga, tentukan rumah sakit untuk tempat melahirkan si kecil. Perhatikan jarak tempuh yang harus dilalui dan periksa apakah Anda perlu mendaftar dulu sebelum melahirkan. 

MENYIAPKAN TAS MAMA DAN BAYI

Sudah memikirkan jauh tentang perlengkapan apa saja yang dibutuhkan di dalam tas Anda dan bayi ketika memasuki 7 bulan kehamilan. 



Isi tas mama:
•    Baju tidur dengan kancing di depan (untuk menyusui) dan baju untuk pulang.
•    Pakaian dalam, bra menyusui dan breast pad.
•    Gurita atau korset, dan alat pompa ASI.
•    Pembalut khusus setelah melahirkan.
•    Keperluan mandi dan make up seperlunya.
•    Bahan bacaan atau mp3 player untuk teman pengusir bosan. 
•    Kartu rumah sakit, ponsel dan daftar nomor telepon penting.



Isi tas bayi:
•    Popok kain, atau popok sekali pakai ukuran newborn.
•    Baju, celana, dan topi bayi.
•    Kaus kaki, sarung tangan, dan selimut.



MENYIAPKAN KEPERLUAN BAYI


Keperluan bayi harus sudah dipikirkan ketika memasuki 7 bulan kehamilan. 
Untuk memudahkan mama, kelompokkan keperluan si kecil menjadi 4 bagian, yaitu: 

Pakaian bayi
Kamar bayi
Keperluan mandi dan kebersihan untuk bayi
Keperluan bepergian

MENYIAPKAN DIRI UNTUK PROSES MELAHIRKAN

Persiapan diri harus dilakukan dari 6 bulan kehamilan. Selain mental, siapkan juga fisik Anda untuk proses persalinan yang cukup melelahkan. Jaga pola makan dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan lakukan olah raga sesuai anjuran dokter. Ikuti juga kelas senam atau yoga kehamilan yang bisa membuat Anda lebih rileks serta belajar bernafas dan mengejan yang benar saat melahirkan nanti. Inilah beberapa tanda menjelang melahirkan:



• Keluar lendir bercampur darah dari vagina.
• Kontraksi yang jaraknya semakin berdekatan.
• Pecahnya air ketuban.



Jika tidak yakin dengan tanda-tanda yang muncul, coba hubungi dokter atau rumah sakit. Mereka akan menanyakan tanda-tanda yang Anda alami dan memberitahu apa yang harus dilakukan. Namun, bila air ketuban sudah pecah, jangan ragu lagi Ma. Segera berangkat ke rumah sakit bersalin dan jangan lupa membawa tas perlengkapan mama, bayi, dan papa.

http://alatperagakesehatan.net/boneka-phantom/

Tidak hanya menyiapkan diri untuk kelahiran anak, Anda juga harus menyiapkan diri Anda ketika tanda-tanda kelahiran tidak muncul juga yang biasanya dialami Mama ketika memasuki 9 bulan kehamilan. Apa saja yang perlu disiapkan? 



Yang pertama tentu saja jangan panik. Ini mungkin terjadi bila siklus haid tidak teratur atau berlangsung lama. Coba lakukan pemeriksaan rutin dan konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan melahirkan via operasi caesar.



Di masa ini, Anda mungkin juga akan merasa 'antiklimaks' dan depresi, apalagi ditambah pertanyaan orang-orang sekitar tentang waktu perkiraan melahirkan. Tetaplah rileks, Ma. Biasanya, dokter menyarankan agar Anda memperbanyak jalan kaki untuk mempercepat proses persalinan.